Iklan

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Flickr Feed

Img 20221126 130858

Terancam UU ITE, Pemuda Asal Sanden Bantul Diamankan Polisi

640
Spread the love

Bantul, Suaradjogja.com — Seorang pria berinisial RK, warga Sanden, Bantul, harus berurusan dengan pihak kepolisian

RK, diduga menyebarkan berita bohong atau hoax karena mengaku jadi korban “Kejahatan jalanan” di Jalan, Samas-Parangtritis tepatnya di sebelah timur Jembatan Merah Srigading Sanden Bantul.
Padahal luka tersebut akibat terkena sabit saat mencari rumput serta terkena pecahan kaca karena bertengkar dengan pacarnya.

Pengakuannya itupun menjadi viral setelah disebarluaskan oleh S (34) dan AN (38) yang merupakan warga Kapanewon Sanden Bantul melalui media sosial grup WhatsApp.

Selanjutnya Unit Reskrim Polsek Sanden Polres Bantul langsung bergerak cepat
kemudian menyelidiki peristiwa itu dan menemukan fakta tidak ada kejadian seperti yang menimpa RK, di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan meminta keterangan Saksi di sekitar TKP. setelah Mengetahui berita yang menjadi viral tersebut

“Dari Hasil penyelidikan tidak diketemukan saksi yang mendengar ataupun melihat adanya kejadian di lokasi tersebut,”jelas
Kapolres Bantul AKBP Ihsan SIK melalui Kasihumas Polres Bantul I Nengah Jeffry Prana Widyana S.Sn, Jumat (25/11/2022).

Selanjutnya petugas akan segera melakukan pemeriksaan dan menghadirkan korban dan penyebar berita tersebut, yaitu S dan AN
.
Pada akhirnya RK Sudah mengakui bahwa dirinya telah berbohong.sehabis dilakukan interogasi ucap Jeffry

“Pada Akhirnya yang bersangkutan mengakui juga bahwa cerita itu bohong, yang benar luka pada tangan kanannya itu disebabkan terkena sabit saat cari rumput dan terkena pecah pecahan kaca karena habis bertengkar dengan pacarnya,” ungkap Jeffry.

Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan menghadirkan korban dan penyebar berita tersebut, yakni S dan AN.

Setelah dilakukan interograsi lebih lanjut, akhirnya RK mengakui dirinya telah berbohong.

Dengan motif niat untuk memberi peringatan agar selalu waspada kepada teman-temannya AN mengakui menyebarkan berita
hoax

“ Kepada seluruh warga masyarakat, Kami menghimbau agar tidak gampang dan mudah menyebarkan berita yang belum pasti kebenarannya/bohong . Selalu saring sebelum sharing,” ucap Jeffry

Bagi semua Pelaku penyebar hoax, dapat dijerat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik disingkat UU ITE. ucap jeffry

“Ancaman bagi penebar berita hoax ancaman hukuman pidana paling lama enam tahun penjara atau denda paling banyak sebesar satu miliar rupiah,” ucapnya.

(Rep/Raja P)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Developed by Jasa Pembuatan Website Jogja