Iklan

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Flickr Feed

Img 20211031 Wa0004

Tak Ingin Terlibat di Partai Buruh, SBSI-KSPSI: “Ada Potensi Main Mata”

61
Spread the love

Yogyakarta, Suaradjogja.com–  Aliansi buruh dan pekerja di Yogyakarta yang tergabung dalam Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBBI) Korwil DIY dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menyatakan enggan terlibat dalam kepengurusan Partai Buruh yang baru terbentuk beberapa waktu yang lalu. Sebab, mereka merasa kecewa dengan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan Executive Committee (Exco) Nasional dalam kepengurusan Partai Buruh di DIY.

Img 20211031 Wa0003

Ketua SBSI Korwil DIY, Dani Eko Wiyono menjelaskan ketidak ikutsertaannya bukan berarti tidak mendukung Partai Buruh ke depan.

“Kami bukan menolak atau tidak mendukung Partai Buruh. Tentu adanya partai ini baik untuk rekan pekerja dan buruh di Indonesia. Hanya saja kami memilih tak akan terlibat dulu,” terang Dani saat ditemui awakmedia pada konferensi pers di Gudeg Mataram, Sleman, Jumat (29/10/2021).

Beberapa faktor alasan menjadi pertimbangan SBSI tak ingin terjun dalam kegiatan partai. Salah satunya karena SK Exco Partai Buruh DIY yang dinilai ada kejanggalan.

“Ada yang perlu kami soroti dalam surat yang dimandatkan kepada Exco Provinsi (DIY),” tegasnya.

Dani menambahkan pada awal Oktober tepatnya sebelum SK penetapan turun, muncul rilis secara tiba-tiba yang menyatakan sudah terpilih Ketua atau Exco Provinsi DIY.

“Munculnya pernyataan itu tanpa koordinasi di (Exco Partai Buruh) DIY. Padahal SK belum turun sama sekali. Sehingga, kami sangat menyayangkan cara-cara sesama serikat buruh yang tidak beretika itu,” terang Dani.

Lebih lanjut, ia menduga bahwa sejak awal penetapan SK untuk pemilihan Exco Partai Buruh DIY sudah disiapkan.

“Ada potensi ‘main mata’ yang terjadi di tingkat pusat. Seharusnya tidak perlu dilakukan dengan cara yang seperti itu,” ujarnya.

Sementara Ketua KSPSI DIY, Ruswadi juga mengatakan pihaknya tidak akan ikut serta dalam kegiatan di partai yang baru saja terbentuk tersebut.

“Perlu diketahui, kami tegas tidak akan terlibat dalam kepartaian ke depan. Kami harap persoalan ini bisa menjadi pertimbangan di tingkat pusat ke depan,” kata Ruswadi.

Diketahui, Partai Buruh telah terbentuk di Jakarta pada 5 Oktober 2021. Sejumlah pimpinan wilayah yang disebut Komite Eksekutif (Exco) menyiapkan kepengurusan termasuk di DIY.

Selang beberapa hari kemudian, tepatnya 6 Oktober 2021, Exco Partai Buruh DIY membagikan pernyataan pers terkait garis besar tugas hingga perjuangan dan tujuan Partai Buruh termasuk nama ketua yaitu Ersad Ade dan sekretaris Dinta Yuliant Sukma.

(Redaksi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Developed by Jasa Pembuatan Website Jogja