Iklan

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Flickr Feed

Img 20221124 101825

Restorative Justice; ESJ Oknum Anggota DPRD Bantul Lolos dari Tersangka Kasus Penggelapan & Penipuan

145
Spread the love

Yogyakarta, Suaradjogja.com — Berdasarkan konferensi pers penanganan kasus penipuan dan penggelapan dalam penerimaan PNS atau P3K Kabupaten Bantul, yang di lakukan oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Bantul yakni ESJ, (38) warga Sewon, Bantul, penyidikan kasusnya dihentikan.

Img 20221124 101845

Sebelumnya ESJ dilaporkan oleh tiga orang korbannya yang merasa ditipu.Pertama dilaporkan oleh Harjiman pada tanggal 24 Maret 2022, kejadian pada Senin 28 Oktober 2019. Kronologi kejadian pada tanggal 25 Oktober 2019 anak dari pelapor ditawari pekerjaan sebagai PNS P3K di Kabupaten Bantul, selanjutnya Pelapor dipertemukan dengan tersangka ESJ yang menyampaikan bahwa bisa membantu meloloskan sebagai PNS dibagian P3K di Kabupaten Bantul dengan syarat memberikan biaya sebesar Rp75.000.000,-. Selanjutnya Pelapor menyerahkan uang yang diminta tersebut kepada salah satu saksi kemudian diserahkan kepada tersangka ESJ, dan dibuatkan kwitansi pembayaran pada tanggal 28 Oktober 2019. Setelah pelapor melakukan pembayaran ternyata tidak ada proses seleksi atau tes penerimaan PNS dibagian P3K di Kabupaten Bantul, karena menurut informasi pada tahun 2019 tidak ada penerimaan sebagai kariawan atau pegawai P3K di Kabupaten Bantul. Pelapor merasa ditipu dan ketika Pelapor melakukan klarifikasi dan minta kembali uang tersebut tersangka selalu berbelit-belit, susah untuk ditemui dan tidak mengembalikan uang tersebut.

Kedua, dilaporkan oleh Drs Y Sutarno, A M d pada tanggal 24 Maret 2022, kejadian pada tanggal 4 November 2018 dirumah milik tersangka, Kronologi kejadian pada tanggal 30 Oktober 2018 Pelapor mendapat informasi salah satu saksi bahwa ada yang bisa memasukkan CPNS. Selanjutnya Pelapor bersama saksi lainya datang kerumah Tersangka untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Tersangka menjawab, “Ya coba nanti saya dikirimi nomor tesnya dan SD yang menjadi pilihannya sudah ada yang pesan atau belum kalau belum berarti kosong atau bisa,” dan ketika Pelapor bertanya untuk biayanya, Tersangka meminta sebesar Rp250.000.000,- dan harus membayar DP sebesar Rp50.000.000,-. Pada malam harinya Pelapor mengirimkan nomor tes anaknya melalui chat whatsapp kepada Tersangka dan menyampaikan informasi bahwa formasi untuk SD pilihanya kosong (artinya bisa). Selanjutnya tanggal 4 November 2018 Pelapor bersama anaknya, datang kerumah Tersangka dengan membawa 2 syarat yang diminta (DP 50 Juta dan Ijazah S1 PGSD) yang diserahkan kepada Tersangka, juga diberikan tanda bukti pembayaran, (kwitansi). Hingga sampai adanya pengumuman CPNS dibilang Desember 2018 dan Maret 2019, Anak dari Pelapor tidak diterima CPNS sebagai Guru SD. Pada tanggal 1 Juni 2019 Pelapor datang kerumah Tersangka untuk meminta uang DP Ijazahnya, namun hanya Ijazah saja yang diberikan dan uang Rp10.000.000,- dan sisanya hingga dilaporkan belum dikembalikan.

Ketiga dilaporkan oleh Agus Sumarto pada tanggal 24 Maret 2022, waktu kejadian pada Selasa tanggal 16 Januari 2018, di Kecamatan Bambanglipuro, Bantul. Kronologi kejadian pada Februari 2018 Pelapor bertemu dirumah Tersangka yang membahas kaitan dengan rekrutmen CPNS (guru) di Kabupaten Bantul. Selanjutnya Tersangka menyampaikan bahwa bisa membantu memasukkan atau meloloskan anak Pelapor dengan syarat membayar uang senilai Rp250.000.000,- dengan disaksikan oleh salah satu saksi kemudian Tersangka meminta ke Pelapor uang DP melalui transfer ke rekening Tersangka sebesar Rp150.000.000,- namun setelah uang diserahkan anak Pelapor tidak lolos seleksi, hingga akhirnya dilaporkan ke Polda DIY.

Berdasarkan dugaan kasus penipuan dan penggelapan tersebut diatas penyidik melakukan penangkapan tersangka ESJ, dan ditahan di rutan Dittahti Polda DI Yogyakarta pada tanggal 30 September 2022. pada tanggal 11 Oktober 2022 penyidik melakukan penangguhan penahanan kepada tersangka ESJ dikarenakan ketiga korban yang di tipu mencabut laporan kepolisiannya, lantaran uang dari ketiga Pelapor yang diberikan ke Tersangka sudah dikembalikan. Langkah yang diambil yaitu diselesaikan secara damai antara Pelapor dan Tersangka untuk keadilan retorative.

Kemudian pada tanggal 15 November 2022, melakuka gelar perkara penghentian penyidikan (Restorative Justice).

(Red/Supadiyono)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Developed by Jasa Pembuatan Website Jogja