Iklan

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Flickr Feed

Fb Img 1657642673215

Polda DIY Berhasil Ungkap 43 Kasus Terkait Peredaran Narkoba

151
Spread the love

Yogyakarta Suaradjogja.com — Sesuai kabar yang telah dipublikasikan melalui jogja.polri.go.id – Humas, Polda DIY melalui Direktorat Reserse Narkoba dengan Ops Narkoba Progo 2022-nya berhasil mengungkap 20 kasus Target Operasi, dan 23 kasus Non Target Operasi. Sebagaimana disampaikan Wadir Resnarkoba AKBP Bakti Andriyono, S.Si., M.M., M.Si. didampingi Kasubbid Penmas AKBP Verena SW., S.H., M.Hum. dalam konferensi pers yang digelar Selasa, 12 Juli 2022.

Operasi Narkoba Progo 2022 sendiri merupakan operasi kepolisian yang digelar sejak 27 Juni 2022 sampai dengan 10 Juli 2022.

Fb Img 1657642678240

Foto – Polda D.I Yogyakarta

Dari total 43 kasus yang berhasil diungkap, telah diamankan barang bukti berupa ganja 65,09 gram, sabu 78,52 gram, tembakau gorila 31,57 gram, dan psikotropika sebanyak 1.009 butir.

Dari 43 kasus, terdapat dua kasus menonjol, karena merupakan bagian dari jaringan peredaran antar kota. Dua kasus tersebut merupakan kasus dengan barang bukti sabu-sabu dan Psikotropika.

Adalah kasus diungkap dengan TKP Panggung RT 10/RW 12, Lumbungrejo, Tempel, Sleman. Dari sini berhasil diamankan tiga tersangka AS 36 tahun, FH 30 tahun, keduanya warga Tempel, Sleman, dan MNB 26 tahun warga Salam, Magelang. Semuanya laki-laki.

Dari ketiganya diamankan 3 (tiga) paket Sabu dengan jumlah total 0,5 (nol koma lima) gram.

Dari penangkapan yang dilakukan pada 1 Juli 2022, 22.30 WIB ini petugas berhasil membongkar dari mana sabu tersebut berasal. Petugas kemudian berhasil menangkap CT dan JV yang sedang mengirimkan paket narkoba di Godean. Dari CT dan JV berhasil diamankan 2 (dua) paket sabu dengan total berat 1 gram, 4 (empat) paket tembakau dengan berat 4 gram.

Pasal yang disangkakan adalah Pasal 132 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) subsider pasal 127 ayat (1) huruf a jo pasal 144 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sedangkan kasus menonjol sabu-sabu lainnya adalah pengungkapan sabu 8 (paket) siap edar. Dari kasus ini berhasil diamankan RAR 21 tahun dan FDH 25 tahun. Keduanya laki-laki, berasal dari Sukoharjo, Jawa Tengah.

Total berat dari paket-paket tersebut kurang lebih 62,38 gram.

RAR dan FDH diancam dengan pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 2, dan pasal 127 ayat 1 (a) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Untuk kasus menonjol Psikotropika yaitu dengan TKP di Nitiprayan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Dari kasus ini berhasil diamankan 25.500 butir trihexyphenidyl dan 1.770 butir pil Alprazolam.

Ada dua tersangka yang berhasil diamankan, DH dan RO. DH adalah penjual yang berada di Bekasi, Jawa Barat. Informasi mengenai DH ini diperoleh dari RO yang memesan dari DH. RO ditangkap di TKP yang ada di Kasihan, Bantul. Kemudian keterangan dari RO digunakan petugas untuk mengejar DH sampai ke Bekasi.

Kepada tersangka RO dikenai pasal 62 UU No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, Pasal 196 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Pasal 53 Ayat 1 KUHP.

Sedangkan DH dikenai Pasal 196 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Pasal 60 ayat 4 UU RI No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

Secara umum, modus transaksi yang dilakukan adalah dengan menggunakan WhatsApp, pembayaran melalui transfer, dan barang dikirim dengan diletakkan di suatu tempat yang disepakati.

(Redaksi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Developed by Jasa Pembuatan Website Jogja