Iklan

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Flickr Feed

Img 20200103 Wa0048

Perlu Pendekatan Holistik Atas Gantung Diri di Gunungkidul

679
Spread the love

SuaraDjogja.com, Gunungkidul, (03 / 01 / 2020 ) – Pengamat sosial politik Universitas Pasundan Bandung, Dr. Tugiman, SH. M.Si mengatakan, pendekatan simbolik dan formalistik tidak akan menyelesaikan masalah dalam penanganan maraknya kasus “ Gantung diri “ (Gandir), di Gunungkidul.

Hal tersebut disampaikan Tugiman kepada beberapa media, merespon terjadinya Gantung diri di awal tahun baru 2020 yang dilakukan oleh Suk (65), warga pedukuhan Gandu-1, Desa Bendungan, Kecamatan Karangmojo (02/01/2020).

Menurut akademisi asal Kedungpoh,Kecamatan Nglipar. Selama tahun 2019 tercatat 30 orang mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di Gunungkidul dan baru 2 hari memasuki tahun 2020 kembali terjadi bunuh diri dengan cara yang sama.

“Dalam catatan saya, selama 2019 sebanyak 30 orang mengakhiri hidup dengan gantungdiri, dan baru 2 hari berjalan di tahun 2020 peristiwa serupa terjadi kembali”, tutur Tugiman.

Perwira menengah TNI-AD berpangkat Kolonel Inf yang belakangan mulai menjadi perbincangan masyarakat terkait bursa calon Bupati Gunungkidul pada Pilkada 2020 itu, turut prihatin atas terus berulangnya Gandir di Gunungkidul. Tugiman juga berharap Pemerintah Daerah bersinergis dengan unsur terkait dapat lebih mengoptimalkan upaya untuk mengatasi persoalan tersebut secara serius.

Menurut Doktor Hukum Tatanegara Universitas Padjadjaran itu, mengatakan bahwa persoalan ekonomi masih menjadi penyebab terbesar gantung diri, disusul persoalan rumah tangga dan beban hidup. Selain itu mitos pulung gantung masih membudaya khususnya dikalangan generasi tua.

“Persoalan ekonomi, rumah tangga, beban hidup dan tipisnya pemahaman Agama, menjadi penyebab terus berlanjutnya peristiwa gantung diri “, tuturnya.

Oleh karena itu lanjut Tugiman, pengentasan kemiskinan menjadi prioritas, selain itu juga perlu merubah maentrims berfikir dan memberikan pemahaman agama yang baik kepada masyarakat guna mencegah dan menanggulangi bunuh diri.

“ Pendekatan formalitas dan simbolik tidak akan menyelesaikan masalah, diperlukan pendekatan holistik dan menyentuh akan masalah”, pungkasnya

Sumber : Gunungkidulrumahkita.com

( supadi )




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Developed by Jasa Pembuatan Website Jogja