Iklan

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Flickr Feed

Img 20191127 Wa0091

Pentingnya 4 Pilar Berbangsa Dan Bernegara

187
Spread the love

SuaraDjogja.com – Wasbang (wawasan kebangsaan) sosialisasi 4 (empat) pilar Berbangsa dan Bernegara yang di selenggarakan anggota DPR-RI fraksi partai Nasdem H. Subardi S.H M.H di gedung serbaguna PDHI Wonosari, Gunungkidul, Rabu (27/11/19).

Hadir pula dalam sarasehan sosialisasi empat pilar Berbangsa dan Bernegara Suharno S.E wakil ketua DPRD Gunungkidul dari fraksi Nasdem, Drs Aulia Reza staf ahli DPR-RI, Ir. Tomi Nursamsu sebagai moderator.

Dalam materinya Subardi mengatakan pentingnya empat pilar berbangsa dan bernegara.

“Empat pilar kebangsaan itu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI, ini yang harus di jadikan pedoman bagi kita semua segenap bangsa Indonesia,” katanya.

Subardi saat di wawancarai awak media di sela-sela acara sarasehan mengatakan selain menjaga empat pilar bangsa, masyarakat Jogja juga harus dapat menjaga keistimewaan Jogja.

“Karna kita tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta maka kita wajib juga menjaga keistimewaan Jogjakarta, tetap menjaga kerukunan, menjaga toleransi, melestarikan budaya,” imbuhnya.

Ia pun mengatakan masyarakat Jogja pada umumnya dan masyarakat Gunungkidul khususnya harus dapat menjaga sesamanya, sehingga intoleransi, dan radikalisme dapat di deteksi secara dini.

“Seperti yang kita dengar kemarin densus 88 tangkap teroris di Gunungkidul, saya yakin itu bukan masyarakat Gunungkidul, disinilah peran empat pilar kebangsaan,” katanya.

Sementara itu Suharno S.E mengatakan Pancasila sebagai ideologi bangsa sudah tidak bisa di ganggu gugat lagi, karena dengan Pancasila sudah mencerminkan keberagaman kita semua.

“Kenapa saya selalu meneriakkan salam Pancasila, itu semua agar kita selalu mengimplementasikan, atau memprektekkan sila-sila yang berada pada Pancasila,” kata Suharno.

Suharno menambahkan bila bangsa lain mengakui keampuhan Pancasila sebagai perekat bangsa, dan Bhineka Tunggal Ika itu pencerminan keberagaman kita.

“Bila bangsa lain mengakui Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai perekat kemajemukan kita, lalu kenapa kita mau mengganti dengan yang aneh-aneh,” imbuhnya.
(WAP)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Developed by Jasa Pembuatan Website Jogja