Iklan

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Flickr Feed

Img 20220220 Wa0011

Pemerintah Belum Memberi Solusi Terkait Mahalnya Minyak dan Kedelai Sebagai Bahan Dasar Tahu

63
Spread the love

Gunungkidul, Suaradjogja.com, — Nasib pengusaha tahu setelah mogok 3 hari, beberapa waktu lalu, khususnya di pasar Hargosari, wonosari, kapanewon Wonosari Gunungkidul belum ada tanggapan dari pihak terkait.

Pemerintah dalam hal ini belum memberikan pembinaan atau solusi supaya harga bahan dasar yaitu kedelai dan minyak goreng cukup tersedia dan harga yng wajar.
Para pengusaha yang biasa memasok di pasar tersebut akhirnya tetap melanjutkan produksinya setelah mogok 3 hari untuk memenuhi kebutuhan pasar meskipun merugi.

Setiyadi, salah satu pengusaha Tahu di Sumbermulyo, kepek, terpaksa manaikkan harga tahu perpapan 3.000rp yang tadinya harga 35.000rp menjadi 38.000rp. “Kalau kami para pengusaha Tahu mogok terlalu lama malah bisa hancur karena kebutuhan Tahu di pasar akan diisi dari luar daerah lain maka kami kompak menaikan harga” kata Setiyadi yang memulai usahanya dari tahun 1998.

Menurut sumber lain yakni pengusaha Tahu wilayah Tegalsari, Kalurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari Gunungkidul menyampaikan bahwa, saat ini harga bahan baku tahu atau kedelai impor sudah menyentuh Rp 11.200 perkilogram (kg). Harga tersebut jauh lebih tinggi dari harga sebelumnya pada 2020 lalu sebelum pandemi Covid-19 yang hanya sekitar Rp 7.000 perkg. Dengan terus melambungnya harga kedelai import membuat para pengusaha tidak bisa berbuat banyak, selain mengurangi ukuran tahu tanpa menaikkan harganya.

“Semula ukuran normal tahu lima centimeter (cm) sekarang dikecilnya menjadi 3,5 cm. Jujur saya lebih memilih melakukan hal tersebut ketimbang menaikkan harga agar permintaan konsumen tidak berkurang,” jelasnya.

(Rep/Sumarja S)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Developed by Jasa Pembuatan Website Jogja