Iklan

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Flickr Feed

PDAM Tirta Handayani Gunungkidul Tidak Memiliki Alat Pendeteksi Sumber Mata Air Bawah Tanah

374
Spread the love

SUARADJOGJA.com, Gunungkidul –
Sarana penyediaan air bersih Kabupaten Gunungkidul, diresmikan pada 28 April 1982 oleh wakil Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta, K.G.P.A.A Pakualam XIII.
Hal ini bertujuan agar masyarakat mudah dalam mendapatkan sarana dan pengelolaanya dari sumber – sumber air yang ada di wilayah Gunungkidul.

Namun untuk mengenai proses awal agar bisa memprediksi adanya sumber air seperti sumber air yang di bawah tanah, pihak dari PDAM Tirta Handayani tidak memiliki alat untuk mendeteksi Sumber air dibawah tanah PDAM Tirta Handayani hanya memiliki alat pengukur debit saja.

Menurut Slamet selaku Staf Produksi PDAM Tirta Handayani ketika diwawancarai dari SuaraDjogja.com mengatakan,

” PDAM Tirta Handayani tidak memiliki alat untuk mendeteksi Sumber mata air di bawah tanah, karna selama ini PDAM Tirta Handayani mengajukan proposal ke BBWS untuk bisa mendapatkan alat pendeteksi sumber mata air tersebut, dan saat ini PDAM Tirta Handayani hanya mempunyai alat Pengukuran debit air saja,” ujarnya.

Awal mula Supadi seorang Warga Dusun Peyuyon, Pacarejo, Semanu mengajukan proposal pada Jumat (4/10/2019) ke PDAM untuk minta bantuan meminjam alat pendeteksi Sumber mata air, karna menurut penduduk di perkirakan di Dusun Peyuyon ada Sungai bawah tanah atau sumber mata air yang nantinya bisa membantu warga untuk mengatasi kekeringan di Daerahnya.

Melalui salah satu staf pegawai Niken mengatakan pada Jumat (11/10/2019),

” Saya sudah menerima Proposal Bapak tapi PDAM Tirta Handayani belum ada alat pendeteksi sumber mata air yang bisa di pinjam untuk mendeteksi sumber mata air,” ucapnya.

 

(Red/ TH)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Developed by Jasa Pembuatan Website Jogja