Iklan

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Flickr Feed

Img 20220429 Wa0003

Mulai Bulan April, Pipanisasi Jaringan Gas Masuk Kota Wonosari

86
Spread the love

Gunungkidul, Suaradjogja.com– Akhir tahun ini, warga kota Wonosari, Gunungkidul, bisa menikmati gas bumi yang dikelola Pertamina. Hal ini bisa terlaksana berkat program Jargas dari Pertamina yang mengelola gas negara.

Sebelum memulai program ini, tim yang akan melaksanakan program Jargas dipimpin oleh Denny Hariyanto, Sales dari Pertamina, berkunjung ke Kantor Dinas Bupati Gunungkidul untuk minta izin terkait kota Wonosari yang akan dijadikan proyek Jargas atau jaringan gas dari Pertamina pusat yang mengelola gas.

Setelah mendapat izin dari H. Sunaryanta, Bupati Gunungkidul, tim pelaksana mengadakan sosialisasi kepada warga melalui perwakilan ketua RT di tiap kalurahan yang ada di Wonosari

Sebanyak 65 ketua RT di Kalurahan Kepek pada hari Rabu (27-4) berkumpul di Balai Kalurahan Kepek untuk mendapatkan penjelasan dari program Jargas ini.

“Program Jargas ini adalah realisasi dari Pemerintah pusat untuk mewujudkan kedaulatan energi umum nasional dengan membangun jaringan gas kota bagi 4,7 juta sambungan bagi rumah tangga dan pelaku usaha di tahun 2025,” kata Denny Hariyanto, kepada yang hadir di Balai Kepek, setelah acara dibuka oleh Lurah Kepek Bambang Setyawan.

Yang menarik dari pertemuan itu saat sesi tanya jawab, rata-rata penanya khawatir dengan tingkat keamanan pengguna gas dan tarif pelanggan.

Dijelaskan, tingkat keamanan sangat tinggi karena gas yang dialirkan dengan gas yang selama dipakai oleh konsumen beda jenisnya. Untuk gas yang dialirkan murni gas dari perut bumi sementara yang banyak digunakan saat ini hasil pemisahan dari minyak mentah dan punya tekanan tinggi 3 bar, kalau gas bumi hanya 0,003 bar jadi aman dan mudah terurai oleh udara kalau terjadi kebocoran.

“Gas LPG yang kita gunakan saat ini masih impor jadi program ini untuk mengurangi beban negara, kalau gas bumi kita punya banyak cadangan di bumi kita.” Kata sales Pertamina.

Kalau jaringan gas setelah dipasang, konsumen mendapat alat ukur gas untuk menghitung pemakaian, dan dibayar setiap akhir bulan.

“Pemakaian dihitung bukan dengan kg seperti LPG tapi dengan ukuran meterkubik, tiap 1 m3 seharga Rp.10.000 setara dengan 1kg. memang agak mahal sedikit kalau dibanding dengan gas LPG yang disubsidi,” jelasnya lagi.

Untuk mensuplai gas alam di Kota Wonosari rencananya akan dibangun area penampungan gas sebelum didistribusi ke pelanggan di wilayah Kepek.

Setelah acara selesai, reporter SuaraDjogja.com menemui Lurah Kepek guna menanyakan kesiapan lahan untuk penampungan gas.

“Kami senang dipilihnya desa Kepek menjadi area penampungan gas. Dan itu dipilih berdasarkan pantauan satelit kalau desa Kepek mempunyai tingkat aktifitas warga tinggi dibanding dengan desa lain yang ada di kota Wonosari, dan kami akan siapkan lahan kas desa.” Demikian jawab Bambang Setyiwan, lurah desa Kepek.

Dari rencana pengembangan pipa induk hingga siap jaringan masuk ke rumah tangga dimulai bulan April ini, dijadwalkan sampai bulan Desembar 2022 bisa selesai.

Rep. Sumarja Somawiyana




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Developed by Jasa Pembuatan Website Jogja