Iklan

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Flickr Feed

Img 20191201 Wa0114

Kontraktor Nekat Pasang Dinamit Hancurkan Pohon Bambu Wingit

721
Spread the love

SuaraDjogja, Yogyakarta – Seorang Kontraktor pembangunan akhirnya nekat meledakkan pohon yang dianggap wingi oleh warga desa setelah berbagai upaya dilakukan gagal. Demikian sekelumit kisah pertunjukan naskah Dhemit karya Alm Heru Kesawamurti yang dipentaskan oleh Kelompok Sandiwara Sawo Mateng (KSSM), Sabtu malam (30/11/2019) di Dusun Sewon, Argomulyo, Cangkringan, Sleman.

Pementasan berdurasi 1 jam ini disutradarai oleh seniman muda berbakat, Andika Andana, menurutnya pementasan kali ini sengaja memilih ruang terbuka di sebuah halaman kosong milik warga. “Ini adalah konsep pertunjukan yang cair dan komunikatif, teater menjadi peristiwa bersama,” imbuhnya. Lebih lanjut sutradara yang berkepala plontos ini mengaku bahwa pementasan ini berbeda dengan produksi sebelumnya. Pada produksi ketiga KSSM kali ini berkolaborasi dengan beberapa seniman tradisi dari Sanggar Bangun Budaya-Muntilan dan hasil workshop bersama paguyuban Sandiwara Sedyo Laras, Sewon sehari sebelumnya.

Menurut Budi Wiyono, Ketua Desa Budaya Desa Argomulyo, mengaku bahwa Desa Argomulyo sejak tahun 1995 telah menerima surat kekancingan dari Ngarep Dalem sebagai desa budaya. “Ada banyak potensi seni yang dimiliki warga desa, jadi kolaborasi semacam ini sangat memungkinkan” imbuh Budi yang sehari bertugas sebagai Kabag Umum desa Argomulyo itu.

Dhemit adalah salah satu naskah terbaik karya Alm Heru Kesawa Murti. Bercerita tentang ontran-ontran penggusuran jagad Dhemit, akibat keserakahan manusia. Para Dhemit kalang kabut, melapor pada pimpinan mereka, jin penghuni pohon preh! Berkali-kali, Rajegwesi kepala kontraktor pembangunan berusaha merobohkan pohon preh dengan berbagai acara. Hingga puncaknya di akhir cerita, Rajegwesi mendinamit Pohon Preh. Bukan hanya pohon preh yang roboh, Jagad dhemit rusak, alam manusia juga hancur.

Pementasan yang didanai oleh dana keistimewaan DIY ini melibatkan pemain Abdillah Yusif, Ninit Ungu, Sevin, Setiyoko, Sunantoro, M. Brilyan, Ali Asad dan penata musik Tegar, Bagas. Sementara penata lampu oleh Rahmad, artistik oleh Tembong. Pimpro Ananto Prasetyo. Meski sepanjang pertunjukan diguyur hujan tidak membuat penonton meninggalkan lokasi. Hingga lampu dipadamkan tanda berakhirnya pertunjukan penonton dan pemain sama-sama basah namun terpancar kebahagiaan.  (Wil&)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Developed by Jasa Pembuatan Website Jogja