Iklan

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Flickr Feed

20230118 030003

Konsumsi Ice Smoeke atau Ciki Ngebul Berbahaya untuk Kesehatan

68
Spread the love

Yogyakarta, Suaradjogja.com — Jajanan siap saji yang lagi trend, tentu saja diburu para konsumen karena ingin mencobanya, apalagi jajanan tersebut ditujukan untuk kalangan anak-anak. Namun demikian, yang perlu diperhatikan adalah dampak dari pasca mengkonsumsi jajanan tersebut apakah baik untuk kesehatan atau justru malah merugikan. Seperti jajanan siap saji yang baru-baru ini muncul yakni ice smoeke atau ciki ngebul, ternyata mengandung bahan kimia yakni nitrogen cair, yang dapat membahayakan jika dikonsumsi. Bahkan kemenkes pun mengeluarkan surat edaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya konsumsi jajaman ice smoeke. (Red)

Fb Img 1673985447285

Foto/gamar milik humas polda diy

Melangsir dari sumber resmi, humas polda DIY pada Rabu, (18/01/2023).

Kemenkes Melarang Pengunaan Nitrogen Cair Pada Makanan Siap Saji

Apa yang bikin berbahaya?

Nitrogen Cair ketika langsung bersentuhan dengan organ tubuh menyebabkan radang dingin, luka bakar atau cold burn pada jaringan kulit, tenggorokan terasa seperti terbakar.

Bahkan dapat terjadi kerusakan internal organ akibat suhu yang teramat dingin menghidup uap asap nitrogen dalam jangka waktu yang lama juga dapat menyebabkan kesulitan bernafas yang cukup parah.

Berdasarkan Surat Edaran Nomor KL.02.02/C/90/2023 tentang Pengawasan Terharap Penggunaan Nitrogen Cair Pada Produk Pangan Siap Saji, Kemenkes meminta semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya konsumsi jajanan ice smoeke atua ciki ngebul yang banyak dijual.

Cairan nitrogen jernih, tidak berwarna dan tidak berbau sehingga tidak mengubah rasa jika digunakan untuk makanan. Sensasi inilah yang membuat ciki ngebul banyak menarik perhatian sekaligus digemari masyarakat utamanya anak-anak.

Jika #SedulurJogja menemukan produk ini di tengah masyarakat, segera hubungi Otoritas Kesehatan dan/atau Kepolisian.

Sumber:
Kementerian Kesehatan RI

(Redaksi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Developed by Jasa Pembuatan Website Jogja