Iklan

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Flickr Feed

Img 20221224 155426

Ki Yusuf Anshor Menghibur Warga Masyarakat Condongcatur, dalam HUT ke-76

126
Spread the love

Sleman, Suaradjogja.com — Pada Jumat ,23 Desember 2022, dalam rangka memperingati berdirinya Kalurahan Condongcatur yang ke-76 menggelar wayang kulit semalam suntuk dengan cerita ‘Sesaji Raja Soya’ oleh dalang viral dari Nglipar, GunungKidul, yaitu Ki Yusuf Anshor, serta dihibur bintang tamu Mbah Waluyo, Sohin, Rina Febriana dan Septi Widiyastuti dari Kulon Progo.

Penampilan dalang cilik yang masih duduk di SMP kelas tiga ini, memukau penonton yang begitu meriah. Menurut Lurah Condongcatur H.Reno Candra Sangaji,S .IP. M.IP kepada awak media sesuai penuturan H.Nuryanto,S.Pd, saat ditemui di tempat pagelaran bahwa, digelarkannya wayang kulit semalam suntuk oleh dalang cilik, karena kaitannya dengan tema peringatan Condongcatur Tangguh dan Tetap Tumbuh. Arti filosofisnya Kalurahan Condongcatur diharapkan kedepan dapat mempunyai perangkat yang handal dari para generasi muda yang cakap, terampil, trengginas bisa meneruskan perjuangan dan kerja keras yang pernah dilakukan oleh Alm Carik Sugiyanto, S.Pd dan Danarta Mulyani, ST, Pt. Kedua perangkat ini selama masih aktif memang dikenal sebagai salah seorang sosok yang bertanggung jawab penuh pada pekerjaan, dijalankannya dengan baik.

Sebelum wayang kulit digelar, beberapa hari sebelumnya diadakan berbagai rangkaian kegiatan untuk menyemarakan peringatan berdirinya Condongcatur yang ke 76.

Berbagai kegiatan yang diadakan,antara lain, lomba atau pertandingan olah raga, senam lansia, festival dalang cilik, festival jathilan, hadroh, lomha mewarnai, fun bike dengan hadiah satu ekor sapi.

Ternyata warga masyarakat antusias sekali untuk mengikuti acara tersebut sampai selesai.

Lurah Reno sebelum menyerahkan tokoh pewayangan Puntadewa kepada Ki Yusuf Anshor, sebelumnya telah menyerahkan piagam penghargaan kepada para dalang cilik, karena telah menyemangati kepada para pemuda lainnya. Disamping itu juga mengungkapkan, mengenai bantuan anggaran dana yang diberikan kepada 64 RW untuk pembangunan fisik dan infrastruktur sebesar Rp 40 juta setiap tahunnya selama enam tahun.

“Dengan cara demikian masyarakat Condongcatur bisa lebih maju dan berkembang,” paparnya.

Lebih lanjut Suami dari Hj. Dewi Nurlaela ini menyampaikan jika dirinya mendapat apresiasi dari warga masyarakat, mengabdikan diri selama Dua periode.

Dengan demikian maka tak bisa dipungkiri, dirinya menjabat Lurah Condongcatur sudah dua periode. Pertama 2015-2021 dan kedua 2021-2027. Kepedulian Lurah Reno pada masyarakat sangat besar sekali, terlebih untuk pelestarian seni tradisi dan budaya diprioritaskan. Sehingga Kalurahan Condongcatur yang dikenal sebagai Kaluran rintisan budaya benar-benar nyata.

Hadir dalam acara pagelaran wayang kulit semalam suntuk Diantaranya Hj.Yuni Satiya Rahayu Anggota DPRD DIY, Sekda, Disbud, Panewu Depok, Muspika Depok Beserta jajarannya, Kapolsek dan Danramil Depok, BPKal, Para Ketua RW dan RT se Kalurahan Condongcatur dan tokoh agama maupun masyarakat. Kemudian sebelum mengakhiri perbincangannya kepada pewarta, menyampaikan untuk puncak acara memperingati berdirinya (Hadeging) Kalurahan yaitu pada Senin 26 Desember 2022 akan diadakan kirab bregada dari Empat Kalurahan, diantaranya daei Kalurahan Manukan, Kalurahan Gorongan, Kalurahan Gejayan dan Kalurahan Kentungan.

Setelah selesai kirab di halaman Kalurahan dibacakannya maklumat pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta No:5,Tahun 1948 yaitu setelah menyatunya empat Kalurahan tersebut lalu diberi nama ‘Kalurahan Condongcatur’.

(Red/Sarjono)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Developed by Jasa Pembuatan Website Jogja