Iklan

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Flickr Feed

Ketua Umum IKG : Melenial Harus Berbalik Arah Membangun Gunungkidul

403
Spread the love

SuaraDjogja.com – Gunungkidul yang selama ini di pandang sebelah mata, sekarang sudah tidak bisa di remeh kan itu semua dapat di lihat dari guyub dan rukun masyarakat nya tidak terkecuali masyarakat Gunungkidul di perantauan, sekitar 300 ribu lebih perantauan Gunungkidul yang bergabung dalam satu wadah yang bernama IKG (Ikatan Keluarga Gunungkidul) se-jabodetabek selalu bersatu padu dalam kebersamaan.

Ketua Umum IKG Drs.Eddy Sukirman, MM menjelaskan pada media Jumat malam saat menghadiri gelar budaya pentas wayang kulit di kediaman DR. Yanto, SH.MH di Dusun Pandanan, Desa Sumberejo, kecamatan Semin, Gunungkidul (20/09/19).

Eddy mengatakan kerukunan terlihat saat IKG membuat satu acara Karna IKG tidak membedakan profesi atau derajat.

“Orang Gunungkidul ini sangat kompak, setiap kami mengadakan acara semua hadir baik yang pengusaha, pedagang maupun yang buruh pabrik pun kumpul bareng kita semua, kita juga tidak membedakan mana pengurus atau anggota semua berbaur dan melepas rindu sesama orang Gunungkidul mas,” katanya.

Eddy juga menjelaskan saat ini gunung kidul tidak bisa di anggap remeh sebelah mata lagi, dengan meningkatkan animo masyarakat terhadap pariwisata Gunungkidul membuat nilai tambah bagi masyarakat Gunungkidul sendiri, di tambah program pemerintah pusat dalam mengalokasikan anggaran yang luar biasa buat pembangunan desa.

“Gunungkidul sudah tidak bisa di anggap remeh lagi oleh masyarakat di luar Gunungkidul mas, apa lagi sekarang ada ADD yang membuat desa-desa menata dan membuat konsep desanya masing-masing, ini sangat luar biasa,” jelasnya.

Eddy berharap kepada anak-anak muda generasi milenial Gunungkidul, agar tidak keluar dari Gunungkidul seperti yang di lakukan nya dahulu, ia berpesan agar anak muda Gunungkidul bisa berperan aktif “Saya berharap para pemuda dan pemudi milenial bareng berbalik arah, kalo dulu jaman saya lulus sekolah langsung tujuannya Jakarta melulu, tapi sekarang berbalik dengan jaman otonomi daerah ini pemuda pemudi milenial ini membangun daerahnya tentunya berkoordinasi dengan pemerintah daerah, atau mungkin bisa menciptakan lapangan pekerjaan di daerah ini, Karna Gunungkidul terkenal wisata nya,” Edi berharap.
(WAP)

Gunungkidul yang selama ini di pandang sebelah mata, sekarang sudah tidak bisa di remeh kan itu semua dapat di lihat dari guyub dan rukun masyarakat nya tidak terkecuali masyarakat Gunungkidul di perantauan, sekitar 300 ribu lebih perantauan Gunungkidul yang bergabung dalam satu wadah yang bernama IKG (Ikatan Keluarga Gunungkidul) se-jabodetabek selalu bersatu padu dalam kebersamaan.

Ketua Umum IKG Drs.Eddy Sukirman, MM menjelaskan pada media Jumat malam saat menghadiri gelar budaya pentas wayang kulit di kediaman DR. Yanto, SH.MH di Dusun Pandanan, Desa Sumberejo, kecamatan Semin, Gunungkidul (20/09/19).

Eddy mengatakan kerukunan terlihat saat IKG membuat satu acara Karna IKG tidak membedakan profesi atau derajat.

“Orang Gunungkidul ini sangat kompak, setiap kami mengadakan acara semua hadir baik yang pengusaha, pedagang maupun yang buruh pabrik pun kumpul bareng kita semua, kita juga tidak membedakan mana pengurus atau anggota semua berbaur dan melepas rindu sesama orang Gunungkidul mas,” katanya.

Eddy juga menjelaskan saat ini gunung kidul tidak bisa di anggap remeh sebelah mata lagi, dengan meningkatkan animo masyarakat terhadap pariwisata Gunungkidul membuat nilai tambah bagi masyarakat Gunungkidul sendiri, di tambah program pemerintah pusat dalam mengalokasikan anggaran yang luar biasa buat pembangunan desa.

“Gunungkidul sudah tidak bisa di anggap remeh lagi oleh masyarakat di luar Gunungkidul mas, apa lagi sekarang ada ADD yang membuat desa-desa menata dan membuat konsep desanya masing-masing, ini sangat luar biasa,” jelasnya.

Eddy berharap kepada anak-anak muda generasi milenial Gunungkidul, agar tidak keluar dari Gunungkidul seperti yang di lakukan nya dahulu, ia berpesan agar anak muda Gunungkidul bisa berperan aktif dalam membangun desanya dan Gunungkidul pada umumnya.

“Saya berharap para pemuda dan pemudi milenial bareng berbalik arah, kalo dulu jaman saya lulus sekolah langsung tujuannya Jakarta melulu, tapi sekarang berbalik dengan jaman otonomi daerah ini pemuda pemudi milenial ini membangun daerahnya tentunya berkoordinasi dengan pemerintah daerah, atau mungkin bisa menciptakan lapangan pekerjaan di daerah ini, Karna Gunungkidul terkenal wisata nya,” Edi berharap.
(WAP)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Developed by Jasa Pembuatan Website Jogja