Iklan

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Flickr Feed

Img 20221115 Wa0028

Ketua Pansus HIV DPRD DIY, Retno Sudiyanti SH: “Jumlah ODHIV Di DIY Ada Peningkatan, Perlu Perhatian Serius Dari Pemerintah..,”

74
Spread the love

Bantul, suaradjogja.com — Anggota Komisi A DPRD 1 DIY yang juga merupakan ketua Pansus Penanggulangan HIV, Retno Sudiyanto SH menggelar acara diskusi bersama para pengidap HIV (ODHIV) yang ada di wilayah Yogyakarta. Gelar acara tersebut dikemas dengan Ngopi Bareng di NOX COFFE BOUTIQUE Jalan Kaliurang KM.5 No.53 Caturtunggal Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Minggu, (13/11/2022).

Kepada seluruh yang hadir, Retno selaku Ketua Pansus HIV di DPRD DIY ingin menyerap langsung aspirasi ataupun keluhan langsung kepada para ODHIV terkait peran pemerintah dalam membantu mereka menjalani kehidupan bermasyarakat selama ini. Karena selama ini belum ada anggota dewan yang mau mendengar langsung atau berdiskusi secara tatap muka bersama ODHIV yang ada di Yogyakarta.

Disampaikan juga jika jumlah ODHIV di DIY ada peningkatan, maka perlu perhatian serius dari pemerintah.

“Saya sebagai ketua pansus HIV di DPRD DIY ingin mendengar langsung keluhan dari temen temen ODHIV, saya berharap dengan bisa berdiskusi langsung semua aspirasi mereka bisa kami tampung dan kami sampaikan dalam rapat pansus nanti, karena jumlah ODHIV di DIY meningkat, karena itu butuh perhatian serius dari pemerintah untuk mencegahnya,” paparnya.

Lebih lanjut Retno berharap ada perwakilan dari ODHIV serta LSM peduli HIV yang ikut dalam rapat pansus nanti, dengan tujuan semua aspirasi mereka bisa didengar oleh seluruh anggota pansus serta pihak pihak terkait, agar nanti bisa mengisi point point pokok dalam perda terkait penanganan HIV di DIY. Retno juga akan memperjuangkan dengan maksimal pos pos dana untuk membantu atau mensuport kegiatan kegiatan bagi para ODHIV, tentunya dengan Perda disahkan nanti bisa mengakses Danais (dana keistimewaan) dengan maksimal untuk penanganan HIV di seluruh DIY.

“Kami berharap ada perwakilan temen temen ODHIV serta dari unsur relawan yang aktif memperhatikan HIV untuk bisa ikut dalam rapat pansus, supaya keluhan atau aspirasi mereka bisa didengar langsung oleh anggota pansus serta pihak pihak terkait, dengan begitu point point dalam perda nanti bisa mengakomodir secara maksimal aspirasi temen temen ODHIV, selanjutnya kami juga akan memperjuangkan nasib temen temen ODHIV di wilayah DIY untuk bisa mendapatkan anggaran maksimal dari dana keistimewaan,” jelas Retno.

Acara yang dimulai sekira Pukul 16.00 WIB tersebut, selain diikuti oleh temen temen pengidap HIV juga dihadiri dari unsur relawan, diantaranya dari Konsil LSM yang memang fokus bergerak dalam penanganan HIV di beberapa kota di Indonesia.

Wiwik selaku koordinator Kansil LSM dalam kesempatan tersebut menekankan terkait peran KPA (Komisi Penanggulangan Aids), menurut Wiwik sebaiknya peran KPA sebagai koordinator saja, untuk bisa menggandeng relawan relawan maupun LSM atau ormas yang selalu peduli dengan ODHIV.

“Kami berharap KPA berperan sebagai koordinator, yang bisa merangkul beberapa pihak, baik itu relawan, LSM maupun ormas yang selalu aktif peduli dengan nasib temen temen ODHIV, namun tentunya KPA bisa memfasilitasi kegiatan mereka, sehingga terkait ODHIV bisa terus terpantau dan jumlahnya bisa terdeteksi jelas,” tekan Wiwik.

Aan, salah satu ODHIV saat diwawancarai Suaradjogja.com disela sela acara mengungkapkan harapannya semoga keluhan dan aspirasi temen temen ODHIV bisa segera terwujud atau terealisasi, Aan juga mengucapkan terimakasih kepada Retno Sudiyanti yang telah mau berbincang langsung dengan teman teman ODHIV dan mendengar langsung aspirasi mereka.

“Terimakasih banyak untuk Ibu Retno yang mau duduk bersama kami, dan mau mendengar langsung keluhan atau aspirasi kami, semoga semua segera terwujud, sehingga kami semua bisa terbantu dengan adanya perhatian dari pemerintah khususnya pemerintah DIY,” harap Aan.

Tanya jawab yang menjadi rangkaian akhir dalam acara ngopi bareng, sembari menikmati hidangan yang disajikan oleh NOX COFFE, dan foto bersama sebagai acara penutup sebelum para peserta membubarkan diri.

(Red/Raja P)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Developed by Jasa Pembuatan Website Jogja