Iklan

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Flickr Feed

Gempa Goncang Gunungkidul DIY & Pacitan Dipicu Deformasi Batuan Dalam Lempeng

52
Spread the love

Gunungkidul, Suaradjogja.com — Hari ini Rabu, tanggal 6 April 2022 pukul 10.03.36 WIB wilayah Gunungkidul Yogyakarta hingga Pacitan di Jawa Timur diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa yang terjadi memiliki magnitudo 4,9. Menurut keterangan yang dipublikasikan BMKG setempat pada Rabu, (06/04/2022), siang.

Fb Img 1649246768044

Episenter gempa ini terletak pada koordinat 8,21 LS dan 110,57 BT, tepatnya di laut pada jarak 24 km arah barat daya Gunungkidul dengan kedalaman 123 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa Yogyakarta yang terjadi pagi ini merupakan jenis gempa berkedalaman menengah akibat adanya deformasi/patahan pada bagian Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Pulau Jawa tepatnya di zona Benioff.

Gempa ini bukan jenis gempa subduksi megathrust dan bukan juga gempa akibat sesar aktif kerak dangkal (shallow crustal earthquake).

Gempa ini terjadi di Zona Benioff, yang mana pada lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Jawa tidak lagi landai tetapi sudah menukik. Slab lempeng yang tersubduksi lebih dalam ini ada bagian yang mengalami deformasi atau patah yang kemudian memancarkan gelombang gempa.

Sebagai contoh Gempa Benioff yang merusak akhir-akhir ini adalah Gempa Selatan Jawa Timur yang terjadi pada 21 Mei 2021 dengan magnitudo 5,9 di kedalaman 110 km. Gempa ini merusak ratusan rumah di 7 kabupaten dan kota di Jawa Timur, khusunya Blitar dan Malang.

Guncangan gempa Yogyakarta pagi ini dirasakan di Gunungkidul, Bantul, Sleman, Trenggalek dalam skala intensitas II MMI dan Pacitan II-III MMI.

Patut disyukuri bahwa hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut, karena gempa dalam lenpeng semacam ini mampu memancarkan guncangan sangat kuat di atas rata-rata gempa sekelasnya. Seperti halnya Gempa Benioff di selatan Jawa Timur meskipun magnitudonya relatif kecil 5,9 tetapi mampu merusak ratusan bangunan rumah.

Hingga pukul 10.30 WIB, hasil monitoring BMKG terhadap gempa Yogyakarta-Pacitan ini belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

Wilayah Yogyakarta dan sekitarnya merupakan daerah rawan gempa. Sejarah mencatat, gempa merusak sudah terjadi beberapa kali seperti pada tahun 1840, 1859, 1867, 1875, 1937, 1943, 1957, 1981, dan 2006.

(Redaksi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Developed by Jasa Pembuatan Website Jogja