Iklan

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Flickr Feed

Img 20220413 Wa0040

Gagal Tarung Sarung Berujung Wajib Lapor

60
Spread the love

Gunungkidul, Suaradjogja.com — Polres Gunungkidul berhasil mengamankan beberapa remaja yang akan tarung sarung di wilayah hukum Polsek Playen, Polsek Karangmojo dan Polsek Nglipar. Dari tiga wilayah hukum itu diamankan 21 remaja untuk dimintai keterangan.

Peristiwa itu terjadi pada hari minggu tgl 10 Maret 2022 sekitar pukul 21.30 WIB, saat gabungan Sat.reskrim dan Unit reskrim Polsek Karangmojo serta Unit reskrim Polsek Playen mengadakan giat patroli malam antisipasi kejahatan jalanan di wilayah perbatasan Bejiharjo, Wonosari dan Playen, berhasil mengamankan 9 remaja dengan barang bukti satu buah sarung warna hitam serta lima unit kendaraan sepeda motor.

Sedangkan sebelumnya Satreskrim dan Unitreskrim Polsek Playen juga berhasil mengamankan empat remaja di tempat sebelum pintu masuk hutan Wanagama Playen, peristiwa itu hari Sabtu tgl 9 Maret 2022, dengan barang bukti empat buah sarung.

Peristiwa yang terjadi di Polsek Nglipar terungkap berkat kerja bagian siber menemukan akun Instagram wonosari_truk lover, memposting video perang sarung yang berlokasi disalahsatu jalan daerah Klayar. Dalam peristiwa itu unitreskrim Polsek Nglipar mengamankan delapan remaja, empat diantaranya masih dibawah umur.

Semua remaja dan barang bukti yang diamankan dalam peristiwa itu pada hari Selasa tgl 12 Maret 2022 di Ruang Humas Polres Gunungkidul dihadirkan dalam acara jumpa pers dengan para awak media.

“Kami tidak akan kompromi dengan berbagai bentuk kejahatan sekecil apapun di wilayah hukum Gunungkidul. Memang dalam perkara ini para remaja belum melakukan aksinya tapi di TKP ditemukan barang bukti untuk berkelahi.” kata Kompol Widya, Wakil Kepala Polres Gunungkidul.

Lebih lanjut mengatakan para remaja tidak ditahan dan diproses hukum. Para remaja mengakui perbuatannya itu hanya untuk mengikuti trend yang ada di media sosial, mereka hanya dikenai wajib lapor seminggu dua kali, hari Senin dan Kamis selama beberapa bulan.

“Kami menghimbau untuk para orangtua tolong anak-anaknya selalu diawasi supaya tidak menjadi pelaku kejahatan atau menjadi korban kejahatan, terutama di malam hari.” katanya mengakhiri acara jumpa pers.

reporter: Sumarja Somawiyana




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Developed by Jasa Pembuatan Website Jogja