Iklan

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Flickr Feed

Img 20220415 Wa0001

Dugaan Penyelewengan Anggaran Tanah Pengganti JJLS, Panewu Girisubo: “Kejadian Tersebut Merupakan Kekilafan Lurah Balong”

56
Spread the love

Gunungkidul, Suaradjogja.com — Anggaran dana tanah pengganti dampak JJLS di Kalurahan Balong, Kapanewon Girisubo yang diduga diselewengkan sudah terselesaikan. Sempat sebelumnya muncul pemberitaan pada media online bahwa Lurah beserta salah satu Kaur memakai anggaran dana tersebut.

Diketahui, Balong adalah kalurahan di Kapanewon Girisubo, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalurahan balong terdiri dari 9 dusun yaitu Dusun Balong, Dusun Widoro, Dusun Piji, Dusun Kasihan, Dusun Ngelo I, Dusun Ngelo II, Dusun Ngrombo I, Dusun Ngrombo II dan Dusun Ngawar.

Atas selesainya dugaan penyelewengan tersebut disampaikan Panewu Girisubo Slamet Winarno yang turut hadir bersama jajaran IRDA di Kalurahan Balong untuk penyelesaian masalah. Ia menyampaikan dengan adanya dugaan penyelewengan dana anggaran tersebut sudah terselesaikan dan hari ini sudah masuk ke rekening kalurahan. Terkait kabar ini telah dipublikasikan oleh beberapa sumber pemberitaan pada Kamis, (14/04/2022) malam.

“Hari ini sudah dimasukkan ke Kas kalurahan (rekening kalurahan) dan pak lurah sudah tidak ada tanggungan,” jelas Slamet Winarno saat ditemui di Kalurahan balong pada Kamis, (14/4/2022).

Lebih lanjut Panewu menyampaikan kejadian ini merupakan kekhilafan Lurah Balong dan benar-benar tidak ada unsur kesengajaan karena ketidakpahaman terhadap aturan. Terkait penggunaan dana tersebut panewu menyampaikan akan dibicarakan dulu bersama IRDA.

“Setelah masuk kas kalurahan nanti akan dilakukan perubahan termasuk APBkelnya dan untuk penggunaanya akan kita konsultasikan dulu dengan Inspektorat,” tuturnya.

Panewu berharap kejadian seperti ini bisa menjadi pembelajaran agar dilakukannya transparansi, sebagai contoh kerjasama dengan Bamuskal terlebih dahulu dikonsultasikan dengan Panewu maupun IRDA agar pelaksanaannya tidak terjadi kesalahan.

Sementara itu Ketua Paguyupan Lurah Gunungkidul, Heri Yuliyanto menyampaikan bahwa saat ada pemeriksaan yang dilakukan IRDA di Kalurahan Balong memang ada selisih nilai, sehingga ada rekomendasi untuk ditindaklanjuti.

“Setelah ditindaklanjuti kita berharap ada sinkronisasi data nilai antara sumber-sumber pemasukan atau pendapatan dengan nilai pengeluaran. Atas rekomendasi tersebut hari ini sudah ditindaklanjuti dan sudah selesai,” tegasnya.

Heri Yuliyanto mewakili paguyupan berharap pemerintahan di Kalurahan Balong bisa berjalan kembali sebagaimana mestinya.

(Rep/Novita KD)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Developed by Jasa Pembuatan Website Jogja