Iklan

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Flickr Feed

Img 20221006 Wa0003

Dinas Perikanan & kelautan Bantul Gelar Sosialisasi Spesies Asing Invasif  Di Dusun Grujugan

113
Spread the love

Bantul, Suaradjogja.com — Paca giat acara mancing yang akan digelar pada 30 Oktober 2022, Dusun Grujugan RT 06 Kapanewon Bantul, dinas perikanan dan kelautan kabupaten Bantul dan Provinsi, bersama ketua RT06, anggota paksikaton dan warga masyarakat adakan sosialisasi terkait spesies asing invasif, di rumah Supriyono pada Selasa 4 oktober 2022.

Hadir dalam acara tersebut,
pengawas perikanan dari stasiun pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan cilacap, wilayah kerja DIY Joko Pramono, dari dinas kelautan dan perikanan bantul Irawan kusumo Jati bersama team serta dinas stasiun karantina Yogyakarta Himawan Ahmad
berserta jajaranya.

Img 20221006 Wa0002

Joko Pramono menyampaikan tujuan di adakannya sosialisasi ini supaya semua warga masyarakat tau serta peduli akan ekosistem di alam perikanan terkhusus ikan. Dengan cara setiap ada kegiatan lomba mancing agar menyampaikan pemberitahuan ke dinas perikanan terkait atau yang terdekat. Supaya ada monitoring serta adanya pendampingan terkait pelaksanaan apakah nanti prosedur sesuai apa tidak.

“Pelaksananya prosedur bertujuan untuk menghindari ikan yang di pancing yang dirilis dari yang kita lepaskan ke perairan itu tidak akan terlepas ke sungai. Tetapi akan habis kita kuras ambil lagi sampai terkuras habis. Pencegahan target agar supaya pancingan itu tidak terlepas ke perairan sungai yang bisa menyebabkan ikan yang lebih kecil akan punah di makan ikan predator / ikan invasif. Himbauan kami agar masyarakat turut berperan serta untuk mencegah pelepasliaran ikan invasif dan berpotensi invasif ke perairan umum daratan. Hal ini untuk melindungi keanekaragaman ikan asli di sungai,” Tutur Himawan Ahmad.

Lebih lanjut, cara kerja untuk mengetahui masyarakat yang melanggar ataupun melepas liarkan ikan tergolong predator seperti lele, nila dan bawal, pihaknya sudah membentuk mitra kerja yang bernama pok mas was (Kelompok masyarakat pengawas).

” jadi memang di Bantul ini sudah mulai banyak kelompok masyarakat pengawas. Nah, biasanya dari kelompok masyarakat pengawas itu menjadi dasar kami untuk melakukan pengawasan atau mungkin laporan ke pihak yang berwajib lebih ke arah pembinaan serta pengawasan supaya masyarakat yang tadinya tidak ngerti spesifikasi. Maksudnya yang tujuannya ke masyarakat kan lebih yang dari jenengan gitu loh, kalau untuk yang dari dinas nya ke seluruh wilayah kerja hanya di Bantul, jadi pengawasan yang kami lakukan adalah seluruh wilayah Bantul. Banyak juga masyarakat di luaran sana yang belum tahu. Supaya menjadi pemahaman dan pengetahuan bagi kita bersama jadi untuk kedepannya nanti harapannya dari masyarakat panitia atau pihak lainnya’ itu sudah mengetahui karena memang pembahasan invasif asing itu mencuat belum lama. Artinya dari kami sendiri memang kami dapat informasi dengan spesies asing invasif belum ada 1tahu. Kamipun menghimbau kepada semua warga masyarakat yang akan mengadakan lomba mancing di manapun berada agar lapor serta membikin surat rekomendasi kepada kami agar kami Bisa tindaklanjuti
dengan prosedur yang ada. Secara pribadi himbauan ini sangat bermanfaat buat kita semua sebagai warga sebab berawal dari mancing yang akhirnya ada sosialisasi dan akan kami sampaikan sosialisasikan kepada teman teman pemancing karena belum banyak masyarakat yang tahu terkait pengendalian ikan invasif ini walaupun pertama kali di Indonesia. Pesan kami semoga warga desa grujugan dapat terus melaksanakan kegiatan lomba tersebut setiap tahun dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap ekosistem alam di perairan umum dan darat,” Pungkas Himawan Ahmad.

Kegiatan berjalan aman dan lancar hingga selesai dengan membacakan Do’a penutup.

(Red/Raja S)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Developed by Jasa Pembuatan Website Jogja