Iklan

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Flickr Feed

Img 20220419 182228

Beli BBM Bersubsidi Pakai 10 Jirigen Seorang Warga Diamankan Polisi Gunungkidul

71
Spread the love

Gunungkidul, Suaradjogja.com — Wakapolres Gunungkidul Kompol Widya Mustikaningrum menjelaskan penangkapan terhadap pelaku berinisial S warga Candirejo, Kapanewon Semanu, Gunungkidul DIY, dalam press release di Polres Gunungkidul pada Selasa, (19/04/2022) siang.

Penangkapan terkait penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis bio solar.

Awal mula penangkapan ketika Team Opsnal (BUSER) Satreskrim Polres Gunungkidul melakukan giat patroli di SPBU Siyono Pertamina 4455801.

Baca juga: Satu Unit Truk Terjebak Nyaris Terkubur Material Pasir Di Kali Gendol https://suaradjogja.com/satu-unit-truk-terjebak-nyaris-terkubur-material-pasir-di-kali-gendol/

Saat itu petugas mendapati sebuah mobil Pick Up jenis Mitsubishi L300 nopol R-9150-CB yang mengangkut 10 jirigen sedang melakukan pengisian BBM jenis Bio Solar. Disampaikan jika saat itu pelaku sudah mengisi 6 jirigen atau sekitar 210 liter BBM bersubsidi jenis Bio Solar.

Mengetahui hal itu, petugas pun langsung mendekati dan menanyakan identitas terhadap pelaku. Namun ternyata yang bersangkutan sama sekali tidak membawa identitas.

Polisi kemudian membawa pelaku beserta barang bukti berupa kendaraan dan BBM jenis Bio Solar ke Mapolres Gunungkidul untuk dimintai keterangan

Lebih lanjut disampaikan oleh Wakapolres Gunungkidul, jika pengangkutan BBM jenis Bio Solar yang dilakukan oleh S ini tidak dilengkapi dengan ijin usaha pengangkutan.

Menurut keterangan pelaku, jika BBM jenis Bio Solar tersebut rencananya akan digunakan untuk bahan bakar pemanas kandang ayam miliknya dan sebagian akan dijual kembali.

Baca Juga : Lurah Balong Diduga Menyelewengkan Dana Ganti Rugi JJLS, Koordinator GCW: Mengembalikan Uang Hasil Korupsi Tidak Menghapus Unsur Pidana

Atas perbuatannya, pelaku dapat dikenai pasal 55 atau pasal 53 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001 yang berbunyi, “Setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau perniagaan bahan bakar minyak yang bersubsidi pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp.60.000.000.000,- (enam puluh miliar rupiah)” atau “Setiap orang yang melakukan pengangkutan sebagaimana dalam pasal 23 tanpa izin pengangkutan dapat dipidana paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling tinggi Rp.40.000.000.000,- (empat puluh miliar rupiah).

Sebagai pamungkas, disampaikan, selama menjalani proses pemeriksaan pelaku bersikap kooperatif, maka tidak dilakukan penahanan, namun wajib apel.

(Rep/Sumarja S)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Developed by Jasa Pembuatan Website Jogja