Iklan

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Flickr Feed

Fb Img 1658311594713

AP Warga Tanjungsari Ditangkap Polisi Terkait Kasus Investasi Bodong

432
Spread the love

Gunungkidul, Suaradjogja.com — Sat Reskrim Polres Gunungkidul menangkap seorang oknum ASN berinisial AP warga Kapanewon Tanjungsari. AP ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus investasi bodong yang menyebabkan kerugian hingga Rp 8,9 miliar yang di sampaikan dalam jumpa pers di halaman Mapolres Gunungkidul, Rabu (20/07/2022).

Suaradjogja.com mengutip dari sumber Humas-Polres gunungkidul.

Fb Img 1658311587900

Foto – Humas Polres Gunungkidul

Kapolres Gunungkidul, AKBP Edy Bagus Sumantri, S.I.K menyampaikan AP merupakan seorang ASN yang berdinas di salah satu sekolah yang ada di wilayah Kapanewon Tepus dan dalam kasus investasi bodong, tersangka AP bertindak sebagai marketing dari sebuah perusahaan trading Indonesia Crypto Exchange (ICE) yang dijalankan oleh pelaku berinisial VS yang kini ditahan di Polda Kalimantan Tengah dalam perkara lain.

“Tersangka mencari nasabah dengan modus investasi trading uang digital jenis Crypto yang menggunakan sistem Treat Doge Profit,” lanjut Kapolres Gunungkidul.

Selama menjalankan investasi bodong ini, sudah ada 87 orang yang menjadi korban atau ikut dalam member investasi tersebut. Korban menjalankan aksinya dari awal tahun 2021 hingga Desember 2021.
Para korban diiming-imingi keuntungan yang cukup fantastis, dimana setiap minggunya korban akan menerima profit sebesar 5% dari total uang yang disetorkan. Kemudian dalam jangka waktu 6 bulan, korban juga dijanjikan uang modal akan dikembalikan secara utuh.
Secara keseluruhan korban merupakan warga Gunungkidul. Investasinya mulai dari paling kecil Rp puluhan juta sampai paling besar ratusan juta.

Tersangka dikenakan pasal 45 A ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.
Atau pasal 82 UU RI Nomor 03 tahun 2021 tentang Transfer dana dengan ancaman pidana paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Atau pasal 378 KUHP Tentang Tindak Pidana Penipuan dengan hukuman paling lama 4 tahun. Sementara itu, saat ini tersangka sudah ditahan di Polres Gunungkidul guna proses hukum selanjutnya.

(Red/Edt/ Supadiyono)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Developed by Jasa Pembuatan Website Jogja