Iklan

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Whatsapp Image 2021 03 04 At 08.50.32

Flickr Feed

20230110 180241

3 dari 4 Tersangka Pelaku Pengrusakan SMA BOPKRI 1 Yogyakarta Diamankan Polisi

144
Spread the love

Yogyakarta, Suaradjogja.com — Tindak pidana kasus Pengrusakan SMA BOPKRI 1 Yogyakarta Berhasil Diungkap jajaran kepolisian Polda DIY. Menurut Laporan Polisi No. LP/B/0981/XII/2022/SPKT/POLDA D. I. YOGYAKARTA, peristiwa pengrusakan SMA BOPKRI 1 Yogyakarta, terjadi pada Sabtu (24/11/2022) lalu.

Menurut keterangan dari Wadir Reskrimum Polda DIY AKBP K. TRI PANUNGKO, S.I.K, M.M, melalui siaran pers, pada Selasa, (10/01/2023) bahwa, pelaku melakukan pengrusakan dan pengroyokan karena rasa tidak terima setelah di tabrak oleh seseorang yang mengaku berasal dari SMA BOPKRI 1 Yogyakarta.

Sebagaimana diketahui, Polisi telah menetapkan empat pelaku dari kasus pengrusakan dan pengroyokan pada dua korban HS dan WN.

Keempat pelaku tersebut adalah JB (23) Karyawan Swasta Sewon,Bantul, Al (20) Pelajar/Mahasiswa, warga Kasihan,Bantul, JF (18) Pelajar/Mahasiswa, warga Umbulharjo, Yogyakarta, dan G yang sampai saat ini masih dalam pencarian.

Dari peristiwa tersebut, Korban HS (32) Karyawan Swasta, warga Minggir, Sleman mengalami luka lebam pipi sebelah kiri dan WN (32) Buruh Harian Lepas, warga Sedayu, Bantul mengalami luka retak di jari kelingking sebelah kanan dan lengan lebam-lebam. Disamping itu, pelaku juga melakukan pengrusakan pada kaca jendela pos satpam, CCTV gerbang, meja kaca, keramik di loby, dan layar monitor.

Polisi berhasil mengumpulkan beberapa barang bukti yaitu satu unit sepeda motor merk Honda Vario tahun 2011 warna Hitam Silver, Nomor Polisi: AB-XXXX-HF beserta STNK, satu unit sepeda motor Yamaha Mio tahun 2017 warna hijau, Nomor Polisi: AB-XXXX-QK beserta STNK, satu batang besi kaca nako, satu buah batu, satu buah tempat hand sanitizer, satu batang besi, satu buah monitor komputer warna hitam merk compac, satu buah flashdisk warna merah hitam merk Sandi Diskon yang berisi empat file rekaman CCTV, pecahan kaca warna hitam, pecahan meja gerabah, dan pecahan kaca lobby.

Terkait proses pemidanaan sesuai dengan aturan Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 406 KUHP dan atau Pasal 351 KUHP.

(Redaksi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Developed by Jasa Pembuatan Website Jogja